Artikel Sebelumnya Kembali ke Menu Utama Artikel Artikel Berikutnya

HYPNOTHERAPY SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PROSES PENYEMBUHAN

 

Hypnosis belum lagi menjadi begitu populer di Malaysia kerana masih kurang publisiti di mana-mana media tempatan berbanding di Indonesia dan di Negara-negara Barat dengan adanya tayangan di television mengenai hypnosis, meskipun hal ini juga banyak menimbulkan pro dan kontra mengenai hypnosis itu sendiri.

Di antaranya ada yang berpendapat bahawa hypnosis adalah suatu proses mempengaruhi orang dengan kesaktian seorang peng-hypnosis. Di Indonesia maupun di Malaysia khusus nya, hypnosis masih lagi dikaitkan dengan perkara yang berbau mistik selain maraknya kes-kes criminals yang katanya disebabkan kerana hypnosis maka masyarakat masyarakat umum yang menganggap bahawa proses hypnosis ini dikaitkan dengan bantuan kekuatan ghaib. Oleh karena itu banyak pula yang mengatakan supaya berhati-hati dengan hypnosis, kalau tidak ‘kuat’ jangan mempelajarinya.

 

 

Apakah perkara itu benar

 

Sebelum saya mengkaitkan nya dengan hypnotherapy seperti judul di atas, saya ingin menjelaskan dahulu mengenai hypnosis itu sendiri agar tidak terjadi persepsi yang salah dalam menyingkapinya.

Hypnosis sebenarnya sudah ada sejak sejarah itu belum tercatat. Penggunaan hypnosis secara tertulis dan menjadi landasan perkembangan hypnosis pada saat ini adalah sejak zaman Franz A. Mesmer pada abad ke-18 yang mempergunakan hypnosis untuk proses pengubatan. Mesmer menganggap dirinya mempunyai kekuatan untuk mengubati pelanggan nya konon nya dengan “kesaktiannya”.

Dan sejak abad itu pula telah disidangkan dalam Akademi Kedokteran Perancis yang diketuai oleh Benjamin Franklin, atas permintaan Raja Louis XVI, untuk diteliti apa yang dilakukan oleh Mesmer. Dan dari persidangan ini disimpulkan bahwa apa yang dilakukan Mesmer hanya suatu kaedah sugesti / saranan yang sedemikian rupa sehingga pelanggan nya melakukan proses penyembuhan sendiri.

Aliran Mesmer ini (Mesmerism) sudah berkembang dan banyak pengikutnya. Hanya orang yang mempunyai “kesaktian” ini yang dapat melakukan proses hypnosis. Dapat dibayangkan, aliran ini sudah ada sejak 2 abad yang lalu.

 

Aliran inilah yang masih berkembang di Malaysia dan Indonesia sampai saat ini, dimana hanya orang yang memiliki “kesaktian” saja yang boleh melakukan hypnosis dan untuk memperoleh kemampuan ini dikaitkan dengan perkara-perkara mistik seperti berpuasa dulu, melakukan latihan fizikal, dll. Dan, bila orang tersebut tidak kuat secara jiwa dan raga tetapi boleh melakukan hypnosis maka akan dicurigai bahawa orang tersebut menggunakan kekuatan sihir dengan bantuan kuasa gelap atau jin.

 

Padahal di luar negeri, khususnya di Eropah dan Amerika, konsep hypnosis sudah berubah sama sekali dan telah berkembang dengan pesat.

Banyak ilmuwan-ilmuwan yang meneliti fenomena hypnosis ini mulai dari Dr. James Braid, Freud, Jung, sampai dengan Dr. Milton H. Erickson dan seterusnya seperti Dr. Dave Elman dan selainya.

Dari hasil penelitian mereka itu disimpulkan bahawa keadaan hypnosis, atau kadang-kadang disebut sebagai trans, adalah suatu keadaan di mana manusia tersangat fokus pada suatu tindakan atau aktiviti yang sedang dilakukan dengan mengabaikan perkara-perkara lain yang bukan priorities nya.

Sehingga, apabila ada suatu masalah, dapat dengan mudah kita menyelesaikannya.

Dalam proses hypnosis oleh seorang hypnotist yang terjadi adalah hypnotist memandu sesaorang 'subject' nya (orang yang dihypnosis) agar dapat dengan mudah masuk ke dalam keadaan hypnosis.

Sedangkan tindakan atau perilaku yang terjadi kerana proses hypnosis oleh seorang hypnotist adalah hasil suggestion / saranan yang sangat persuasif si peng-hypnosis kepada 'subject' nya sedemikian rupa sehingga 'subject' terpengaruh oleh suggestion /saranan tersebut.  Tindakan ini tidak akan selalu berhasil bila suggestion nya  bertentangan dengan nilai dasar dan keinginan 'subject' tersebut.

Pada hypnosis stage, seperti yang ditayangkan di television, 'subject' boleh berperilaku sedemikian rupa kerana 'subject' ingin merasakan fenomena hypnosis sehingga mudah terpengaruh oleh suggestion si peng-hypnosis. Secara kejiwaan atau perilaku, hal tersebut tidak akan berterusan lama kerana hanya bermain di kulit saja.

 

Demikian pula pada hypnosis yang saat ini marak digunakan sebagai alat kejahatan. Pada intinya, 'subject' mau dipengaruhi oleh suggestion / saranan si peng- hypnosis.

Kalau 'subject' nya menolak untuk dipengaruhi, maka proses peng-hypnosis-an ini tidak akan berhasil.

 

Sekarang, bagaimana dengan hypnotherapy?

 

Berbeza dengan hypnosis stage yang umumnya 'subject' dibuat tertidur terlebih dahulu sebelum diberikan suggestion / saranan, pada hypnotherapy tidak selalu harus tidur yang penting pelanggan dapat merasa rilek dan tenang.

Sekali lagi, suggestion / saranan hypnosis dapat dilakukan bila masa sesuai dengan nilai dasar dan keinginan Pelanggan.

Sangat berbeza sekali penggunaan dan tujuan antara hypnosis stage dengan hypnotherapy.

Pada hypnosis stage atau hypnosis Stage, "subject" yang di-hypnosis secara mental memang ingin merasakan satu fenomena, tetapi tidak dapat berlaku pada semua orang. Sedangkan pada hypnotherapy, Pelanggan datang bersama masalah nya dengan ada nya suatu keinginan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Penyelesaian atau suatu terapi dengan cara atau pola hypnosis stage tidak disarankan sangat. Perkara ini juga telah dikatakan oleh Ormond Mc Gill, seorang Stage hypnosis terkemuka dan juga para hypnotist di Amerika (The Dean of American Hypnotist).

Manusia adalah makhluk yang sangat unik. Jiwa manusia sulit diketahui. Dalam suatu keadaan yang sama perilaku antara saorang manusia berbeza-beza, apa lagi dalam keadaan yang berbeda.

 

Yang biasanya muncul adalah, Pelanggan yang  datang kepada seorang hypnotherapist ingin menyelesaikan masalah, tetapi tidak mampu. Disinilah seorang hypnotherapist di perlukan. Bagi seorang pelanggan yang tidak tahu mengenai hypnotherapy biasanya mengharapkan bahawa dia boleh menyelesaikan masalahnya secara instant seperti yang dilakukan atau yang dia lihat dalam suatu hypnosis Stage. Perkara inilah yang menimbulkan masalah bagi seorang hypnotherapist.

 

Masalah perilaku manusia umumnya terjadi kerana adanya perbezaan antara Fikiran bawah sedarnya (subconscious) dan Fikiran sedara nya (conscious mind), atau mungkin lebih populer dengan mengatakan antara fikiran dan hatinya.

Hypnotherapy berfungsi untuk menyelaraskan antara subconscious mind ( Fikiran Bawah Sedar ) dan conscious ( Fikiran Sedarnya ) agar seiringan.

Havens dan Walter, dalam bukunya Hypnotherapy Scripts: A Neo-Ericksonian Approach, menyebutkan bahawa antara subconscious dan conscious dapat diibaratkan seorang nakhoda dengan anak kapal nya. Nakhoda sebagai conscious menentukan arah dan tujuan kapal, sedangkan anak kapal sebagai subconscious menjalankan kapal. Anak kapal yang mengetahui apa yang terjadi selama perjalanan di laut, ada batu karang atau ada ombak besar, merekalah yang menyelesaikannya. Kapal akan selamat sampai tujuan jika ada kerjasama yang baik antara nakhoda dengan anak kapal nya. Masalah akan timbul bila terjadi perbezaan tujuan atau pendapat antara nakhoda dengan anak kapal.

 

Hypnotherapy sangat bermanfaat dalam membantu proses penyembuhan. Pelanggan dibuat menjadi tenang dan fokus dalam menyelesaikan masalahnya, apapun bentuknya, mulai dari masalah medic sampai dengan masalah perilaku ataupun masalah psychic.

Seperti halnya seorang penagih dadah. Pemakaian dadah boleh disebabkan oleh berbagai macam perkara, seperti rasa tidak percaya diri, pelarian dari suatu masalah yang tidak dapat diatasi nya, rasa stress yang tinggi, dan sebagainya.

Apabila sumber masalah tidak diketahui atau tidak disadari oleh pelanggan, maka proses penyembuhan tidak akan efektif sehingga penderita akan kembali kepada masalah yang dihadapinya.

 

Dalam proses hypnotherapy, pelanggan dibawa kepada sumber masalahnya lalu diselaraskan dengan tujuan utamanya. Dengan mengetahui sumber masalahnya, pelanggan akan lebih memahami masalah utamanya, sehingga lebih mudah dalam mencari penyelesaiannya. Apapun bentuk penyelesaiannya, penyelesaian tersebut adalah pilihan pelanggan itu sendiri. Hypnotherapist hanya memandu agar pelanggan dapat mendapatkan penyelesaiannya.

Demikian pula untuk kes-kes yang lain. Keberhasilan nya menjadi lebih tinggi kerana, apapun solusinya, pelanggan sendiri yang menginginkannya, pelanggan sendiri yang mengetahui nilai dasar yang diinginkannya.

Oleh karena itu, seorang hypnotherapist akan lebih baik bila dapat memberikan pesan-pesan spiritual dalam pemanduan pelanggan menemukan penyelesaiannya.

 
 

Ditulis dan Ilham dari berbagai sumber serta pengalaman oleh:

 

 

Dr ZULKIFLI ALIAS,

MCH, CHt, CH, CHI

 Hypnotherapist  & Human Achivement Specialist

 

kerjasama

 

Noor Soeseno Krsihno NUGROHO ,

MCH, CHt, CH, CHI

N'POWERMENT CENTER, INDONESIA

 

Member and Certified Master of Clinical Hypnotherapy & Certified Hypnotherapist of  IACT (International Association of Counselors and Therapists) -USA & Institute for Neuro-Research and Education, New York.

Member and Certified Hypnotists of NGH (National Guild of Hypnotists)-USA

Member of Achievement Center New York

Member and Certified Hypnosis Instructor of IBH (The Indonesian Board of Hypnotherapy)

 

Mail: INFO@INGINTAHU.COM , atau  HYPNOSISWIZARD@MAHUTAHU.COM

Web: http://www.drzulliasisma.com

 

Attraction Accelerator Program / Subconcious Secrets

 

Artikel Sebelumnya Kembali ke Menu Utama Artikel Artikel Berikutnya
 

Web site and all contents © Copyright Nurzaai Kejayaan 2002-2008, All rights reserved.